sumb. photo : unsplash.com


Aku tak tahu, bagaimana cara mengobati rindu
Semua akses kau lumpuhkan
Semua jalan menujumu tertutup rapat

Aku terbuang dalam sudut sunyi
Terhuyung hebat dalam gelapnya sepi

Jika, memang tak suka
Kau bisa meremukkannya

Aku bukan batu karang yang
tetap kokoh meski dihantam ribuan kali oleh gelombang

Aku hanya selembar kertas kosong
Kau bisa menuliskan cerita apa pun diatasnya

Atau tetap membiarkannya kosong
Lalu, merobeknya


Disini aku ikut saja alur cerita yang kau buat
Karena, aku sama sekali tak punya nubuat

Daya magismu telah menyerap
semua energi yang ku punya
Namamu tersemat disela-sela
dzikir penuh harap,
itulah yang aku bisa

Lihat rekah senyummu dari jauh
berdebar bahagia -ku turut serta-
apa yang kau mau
t'lah berhasil kau rengkuh

Aku s'lalu mencari kabar tentangmu
Entah itu dari angin, gemericik air
bahkan dari kicauan burung-burung
yang singgah sebentar diatap rumah
maupun dari gesekan ranting pepohonan

Debu pagi yang kau jelang
Matahari timur yang lekat dikulitmu
Keluhan yang kau gilas perlahan
Bahkan kebul jalan yang kau terjang
turut rayakan dan berdebar bahagia
itu berkah kepala batumu

Sedikit banyak ku cari perihalmu
Bukan untuk memaksamu kembali
Tapi, memastikan kesalahanku
tak renggut mimpi
dan bahagiamu

Bungo, 07 Maret 2026