![]() |
| sumb photo : canva |
Hari ini
Ku putuskan berhenti
Mencari-cari yang pergi
Hari ini
Ku teguhkan hati sudahi
Mengejar-ngejar yang berlari
Ku maafkan
diri yang pernah lakukan kesalahan
menaruh segenggam harapan
pada sesosok perempuan
Imaji memanipulasi
Kultusnya seolah paling suci
tak bisa terganti
Terlambat sadar
durinya menghujam
terlampau dalam
Meski, penuh kesakitan
harus tercabut, terlepaskan
Pelan-pelan
ini memang menyesakkan
Aku telah berusaha
menawarkan segala yang ku punya
melakukan apapun yang ku bisa
Tangan tak tersambut
hanya tatapan sinis dan senyum kecut
Sapa menguap begitu saja
tanpa jawab walau sepatah kata
Ucapan yang mengurai
rasa malu berkalang tanah
Dulu aku pernah
menggilai...
parasnya
ayunya
senyumnya
bicaranya
Maka, hari ini ku larutkan
Maka, sekarang ku larungkan
Menguap
Mengurai
Berkalang tanah
dalam kekecewaan
dalam abadinya kebinasaan
bersama luka-luka
bersama puing sisa-sisa
Bangunan harapan yang dulu kokoh
Kini telah ambruk dan roboh...
Bungo, 22 Maret 2026

0 Comments
Post a Comment